BENTUK KERJASAMA MUDHARABAH ANTARA NELAYAN TANGKAP DAN PEMILIK KAPAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN NELAYAN DI KELURAHAN TANJUNG BATU, KECAMATAN BANAWA, KABUPATEN DONGGALA
Kata Kunci:
Nelayan, Mudharabah, Kesejahteraan, Tanjung BatuAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk kerja sama mudharabah antara nelayan dan pemilik kapal serta menganalisis mekanisme bagi hasil yang diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis dokumen terhadap nelayan, pemilik kapal, dan tokoh masyarakat. Kerja sama mudharabah berbasis kepercayaan dan kekeluargaan tanpa perjanjian tertulis, dengan pembagian hasil 40% untuk nelayan dan 60% untuk pemilik kapal. Sistem ini meningkatkan kesejahteraan nelayan secara terbatas, tetapi nelayan turut menanggung kerugian jika hasil tangkapan nihil, menyimpang dari prinsip mudharabah murni. Pembagian hasil dianggap adil oleh kedua pihak, namun ketiadaan kontrak tertulis berpotensi menimbulkan sengketa. Faktor eksternal seperti cuaca dan fluktuasi harga ikan menjadi penghambat peningkatan kesejahteraan yang lebih signifikan. Perlunya penguatan transparansi dan perlindungan hukum dalam sistem mudharabah, serta rekomendasi kebijakan seperti asuransi syariah atau pendampingan hukum untuk meningkatkan keberlanjutan dan keadilan sistem ini.
Referensi
Afandhi, A., Arief, H. M., Lanonci, L., Said, I. M., Tahali, A., & Alkhairaat, P. S. E. S. U. (2023). Implementation Of Muzara’ah Product Sharing Agreement In Rice Field Management In Pandere Sigi Village Islamic Economic Perspective. Proceedings International Conference Faculty Of Economics Alkhairaat University, 1(1), Article 1.
Amaliah, N. (2022). Konsep Mudharabah Menurut Pemikiran Muhammad Syafi’i Antonio. Iain Parepare.
Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah. Gema Insani.
Arifin, Z. (2021). Akad Mudharabah. Cv. Adanu Abimata.
Hafinuddin, H., Shantica, N., & Zuraidah, S. (2019). Studi Pendapatan Dan Pola Bagi Hasil Nelayan Pukat Payang Yang Menggunakan Alat Bantu Rumpon. Jurnal Perikanan Tropis, 6(1), Article 1. Https://Doi.Org/10.35308/Jpt.V6i1.1181
Indahyani, F., & Khairuddin, K. (2016). Sistem Bagi Hasil Nelayan Pukat Cincin Di Kota Parepare. Journal Galung Tropika, 5(2), 63–70.
Maruta, H. (2016). Akad Mudharabah, Musyarakah, Dan Murabahah Serta Aplikasinya Dalam Masyarakat. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 5(2), 80–106.
Mulyani, R., & Setiawan, I. (2019). Azas-Azas Dan Landasan Distribusi Pendapatan Dalam Islam. Asy-Syari’ah, 21(2), 221–232. Https://Doi.Org/10.15575/As.V21i2.4980
Retnowati, E. (2011). Nelayan Indonesia Dalam Pusaran Kemiskinan Struktural (Perspektif Sosial, Ekonomi Dan Hukum). Perspektif, 16(3), 149–159.
Rugaiya, R., B, M. T., & Attamimi, S. (2022). Analysis Of Loan Agreements According To Islamic Law And Civil Law. Proceeding Of International Conference On Islamic And Interdisciplinary Studies, 1, 461–465.
Santika, G. (2022). Kaidah Fiqih Pada Akad Mudharabah Dan Murabahah. Jurnal Ekonomi Rabbani, 2(2), 296-303-296–303.
Santoso, L., & Lestari, D. I. (2021). Problematika Implementasi Perjanjian Dalam Kerjasama Dan Bagi Hasil Di Bengkel Las Semoyo Jaya: Sebuah Tinjauan Hukum Islam. Invest Journal Of Sharia & Economic Law, 1(1), 74–96.
Silmi, A. N. N., Wiyono, E. S., & Wisudo, S. H. (2018). Pola Bagi Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Pancing Di Cisolok. Albacore Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 2(1), Article 1. Https://Doi.Org/10.29244/Core.2.1.79-91
Susanti, D. O. (2022). Model Pengembangan Ekonomi Kreatif Bagi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi Berdasarkan Syirkah Mudharabah. Batulis Civil Law Review, 3(1), 60–75.
Ulvianti, R. (2023). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Sistem Bagi Hasil Pemilik Kapal Dengan Nelayan Di Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah, 183–194.
Wijayanti, L. (2013). Strategi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Nelayan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan. Agriekonomika, 2(2), 139–152.



