"Gempur Jentik, Putus Rantai Dbd: Pemberdayaan Masyarakat Desa Gundi Melalui Gerakan Edukasi 3m Dan Larvasida Abate"
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i3.19824Abstract
Abstrak
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan global yang disebabkan oleh virus dengue melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. Di Kelurahan Gundi, survei awal menunjukkan faktor risiko yang cukup tinggi dengan ditemukannya jentik nyamuk pada 35% rumah warga, meskipun belum terjadi epidemi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga dalam pencegahan DBD melalui edukasi 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) dan penggunaan larvasida (Abate). Metode pelaksanaan dilakukan melalui empat tahapan: persiapan, pelaksanaan (penyuluhan, diskusi, dan praktik lapangan), evaluasi, serta pelaporan. Kegiatan melibatkan penyuluhan tentang siklus hidup nyamuk serta pendampingan praktik pemeriksaan jentik secara mandiri di rumah warga. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan adanya peningkatan pemahaman mengenai pentingnya upaya preventif dibandingkan tindakan kuratif yang selama ini dilakukan. Masyarakat menjadi lebih paham dalam mengidentifikasi titik rawan perindukan nyamuk dan bersedia melakukan pemantauan jentik mandiri. Kesimpulannya, program ini efektif mendorong perubahan perilaku masyarakat Desa Gundi untuk memutus mata rantai penularan DBD melalui gerakan kebersihan lingkungan yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue (DBD), 3M Plus, Abate, edukasi
Abstract
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a global health issue caused by the dengue virus transmitted by the Aedes aegypti mosquito. In Gundi Village, a preliminary survey indicated a significant risk factor, with mosquito larvae found in 35% of residents' homes, despite no epidemic outbreak yet. This community service aims to increase residents' awareness and participation in DHF prevention through 3M education (Draining, Covering, Burying) and the use of larvicide (Abate). The method was conducted in four stages: preparation, implementation (counseling, discussion, and field practice), evaluation, and reporting. The activity involved educating residents on the mosquito life cycle and assisting in independent larvae monitoring at home. The results showed high community enthusiasm and an increased understanding of the importance of preventive measures over the reactive actions taken previously. Residents became more capable of identifying mosquito breeding sites and willing to conduct independent larvae monitoring. In conclusion, this program effectively encouraged behavioral changes in the Gundi Village community to break the chain of DHF transmission through sustainable environmental hygiene practices.
Keyword: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), 3M Plus, Abate, education