IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA MELALUI FESTIVAL ANAK SOLEH DAN PERINGATAN MAULID NABI DALAM MEMPERKUAT KERUKUNAN MASYARAKAT DESA SEMPAJAYA DUSUN VIII KECAMATAN BERASTAGI KABUPATEN KARO
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i3.20923Abstract
This study aims to describe the implementation of religious moderation through the Festival of Pious Children and the Commemoration of the Prophet Muhammad’s Birth and to analyze their contribution to strengthening community harmony in Sempajaya Village, Hamlet VIII, Berastagi District, Karo Regency. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through participatory observation, documentation, and unstructured interviews. The informants were selected using purposive sampling and included the hamlet head, mosque management, mosque caretaker, community religious groups, mosque youth, and community leaders. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. The results show that the Festival of Pious Children and the Commemoration of the Prophet Muhammad’s Birth can serve as a means of implementing religious moderation through participatory religious activities. The values of religious moderation observed during the activities include tolerance, mutual respect, cooperation, sportsmanship, concern for others, and togetherness. Community support and participation through mutual cooperation, as well as the involvement of children, youth, parents, and community leaders, also strengthened positive social interactions. These activities provided opportunities for community members to communicate, cooperate, and build togetherness, thereby contributing to the development of harmonious social relations in Sempajaya Village, Hamlet VIII.
Keywords: Religious moderation, Festival of Pious Children, Commemoration of the Prophet Muhammad’s Birth, community harmony, Sempajaya Village.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi moderasi beragama melalui Festival Anak Soleh dan Peringatan Maulid Nabi serta menganalisis kontribusinya dalam memperkuat kerukunan masyarakat di Desa Sempajaya Dusun VIII, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara tidak terstruktur. Informan penelitian dipilih secara purposive, yang terdiri atas kepala dusun, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), nazir masjid, kelompok perwiritan, remaja masjid, dan tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Anak Soleh dan Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi media implementasi moderasi beragama melalui kegiatan keagamaan yang bersifat partisipatif. Nilai-nilai moderasi beragama yang terlihat dalam pelaksanaan kegiatan meliputi toleransi, saling menghargai, kerja sama, sportivitas, kepedulian, dan kebersamaan. Dukungan dan partisipasi masyarakat melalui gotong royong serta keterlibatan anak-anak, remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat turut memperkuat interaksi sosial yang positif. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun kebersamaan sehingga berkontribusi terhadap terciptanya hubungan sosial yang harmonis di Desa Sempajaya Dusun VIII.
Kata Kunci: Moderasi beragama, Festival Anak Soleh, Maulid Nabi, kerukunan masyarakat, Desa Sempajaya.