PEMELIHARAAN KEBUN AGROFORESTRY MELALUI PENATAAN SISTEM PENGAIRAN TERPADU DI UNIVERSITAS MURIA KUDUS SEBAGAI POTENSI INCOME GENERATING
-
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i3.20749Abstrak
Upaya mencari sumber pendapatan diluar biaya pendidikan harus menjadi prioritas program yang terus diusahakan oleh Perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Swasta. Usaha produktif lainnya harus dikembangkan dalam berbagai sektor usaha. Universitas Muria Kudus bekerja sama dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation Kudus telah melakukan upaya mencari sumber pendanaan dengan membuka kebun buah Agroforestry. Kebutuhan air merupakan faktor utama bagi pertumbuhan tanaman.
Lahan seluas 8.500 m2 yang berada di Dukuh Bae Bendo, Kecamatan Bae – Kabupaten Kudus ditanami berbagai tanaman buah antara lain durian, mangga, apokat dan matoa. Tak kurang dari 300 bibit tanaman telah disemaikan di lahan tersebut. Terletak pada dataran tinggi dengan ketinggilan rerata 55 mdpl. Daerah ini beriklim tropis, bertemperatur sedang, dan memiliki topografi berupa dataran dengan kelerengan 8%. Kebutuhan air bersumber dari air tanah dengan membuat sumur, tandon air, pemasangan jaringan pipa dan alat penyiraman/spinkle.
Sumber air utama menggunakan air tanah yang diperoleh dari sumur bor sedalam 25 meter. Selanjutnya, dipasang sebuah tangki air dengan kapasitas 5.000 liter dengan ketinggian menara air 10 meter. Jaringan distribusi air kemudian dipasang melalui jaringan pipa yang dilengkapi dengan kran/penyiram air, sehingga memastikan distribusi air yang lebih luas dan merata.