USAHA TERINTEGRASI ANTARA TERNAK SAPI, KEBUN PISANG CAVENDISH, TERNAK LELE BERBASIS LIMBAH LOKAL UNTUK PENGUATAN UMKM DI DESA PALUR KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i2.20596Abstract
ABSTRAK
Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk UMKM di Kampung Karanganyar Desa Palur Kecamaan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. UMKM pertanian-peternakan di kampung ini masalah biaya pakan dan pupuk tinggi serta fluktuasi harga komoditas. Pengabdian ini bertujuan menerapkan usaha terintegrasi ternak sapi dengan pakan kulit ari kedelai, kebun pisang Cavendish dengan pupuk kotoran sapi dan air kolam lele, serta ternak lele dengan pakan kayu apu.
Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal dan demonstrasi plot pada lahan 100m² untuk kolam lele, 200 m2 kandang sapi dan 300 m2 untuk kebun pisang. Hasil menunjukkan usaha integrasi mampu menghemat biaya pakan sapi 60%, biaya pupuk pisang 80%, dan biaya pakan lele 50%. Keuntungan bersih UMKM Rp24 juta/tahun untuk lele, 20 jt untuk sapi dan 4 jt untuk pisang. Model ternak-tani-kolam terpadu berbasis limbah lokal layak diterapkan untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan ekonomi UMKM di desa ini.
Kata kunci: integrasi pertanian, kulit ari kedelai, pisang Cavendish, kayu apu, UMKM
ABSTRACT
Rural MSMEs in agriculture-livestock sector face high feed and fertilizer costs and single commodity price fluctuations. This community service aims to apply an integrated system of beef cattle farming using soybean hull feed, Cavendish banana plantation fertilized with cattle manure and catfish pond water, and catfish farming using duckweed feed. The method used was Participatory Rural Appraisal and demonstration plot on 200m² land for 6 months. Results show the integration system can save 60% cattle feed cost, 80% banana fertilizer cost, and 50% catfish feed cost. MSMEs net profit increases by IDR 24 million/year with R/C ratio 5.83. In conclusion, the integrated crop-livestock-fish system based on local waste is feasible to improve MSMEs independence and economic resilience.
Keywords: integrated farming, soybean hull, Cavendish banana, duckweed, MSMEs