PEMBERDAYAAN CALON WIRAUSAHA MUDA MELALUI WORKSHOP TERPADU DIGITAL MARKETING, AKUNTANSI, DAN MANAJEMEN KEUANGAN USAHA DI KABUPATEN SUKOHARJO
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i2.20558Abstract
Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi besar dalam mencetak wirausaha muda, namun potensi tersebut belum sepenuhnya terwujud karena masih rendahnya literasi digital marketing, akuntansi usaha, serta perencanaan dan pengelolaan keuangan di kalangan pemuda calon wirausaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan calon wirausaha muda di Kabupaten Sukoharjo melalui workshop terpadu yang menggabungkan empat kompetensi strategis, yaitu digital marketing, akuntansi usaha praktis, perencanaan anggaran dan analisis biaya, serta perencanaan keuangan dan pengembangan usaha berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Mei 2026 di Ruang Serba Guna SMK PGRI Sukoharjo dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) yang menekankan keterlibatan aktif dari 12 orang peserta pemuda calon wirausaha. Materi disampaikan oleh empat narasumber melalui ceramah interaktif, demonstrasi langsung, studi kasus produk lokal, dan sesi presentasi produk peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, dengan rata-rata skor pre-test sebesar 52,5 meningkat menjadi 78,3 pada post-test, atau setara gain score 25,8 poin (peningkatan 49,1%). Tingkat kepuasan peserta terhadap penyelenggaraan kegiatan tercatat sebesar 4,3 dari skala 5. Seluruh peserta menyatakan kegiatan ini bermanfaat dan berharap adanya sesi pendampingan lanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pelatihan terpadu yang mengintegrasikan aspek pemasaran, pengelolaan keuangan, penganggaran, dan pengembangan usaha yang berkelanjutan efektif meningkatkan kapasitas dan kesiapan wirausaha muda di daerah.
Kata Kunci: wirausaha muda; digital marketing; akuntansi usaha; analisis biaya; perencanaan keuangan; pengabdian masyarakat
AbstractSukoharjo Regency holds considerable potential for producing young entrepreneurs, yet this potential remains underdeveloped due to limited digital marketing literacy, business accounting skills, and financial planning knowledge among prospective young entrepreneurs. This community service activity aimed to empower prospective young entrepreneurs in Sukoharjo Regency through an integrated workshop combining four strategic competencies: digital marketing, practical business accounting, budget planning and cost analysis, and sustainable financial planning and business development. The activity was conducted on 20 May 2026 at the Multipurpose Hall of SMK PGRI Sukoharjo using a Participatory Action Learning (PAL) approach involving 12 prospective young entrepreneurs. Materials were delivered by four resource persons through interactive lectures, live demonstrations, local product case studies, and participant product presentations. The results showed a significant increase in participants' knowledge, with the average pre-test score of 52.5 rising to 78.3 in the post-test, indicating a gain score of 25.8 points (a 49.1% increase). Participant satisfaction with the activity reached 4.3 out of 5. All participants stated that the activity was beneficial and hoped for continued mentoring. This activity demonstrates that an integrated training approach combining marketing, accounting, budgeting, and sustainable financial management effectively strengthens the capacity and readiness of young entrepreneurs in the region.
Keywords: young entrepreneurs; digital marketing; business accounting; financial planning; community service