MENINGKATKAN WAKTU PEMBELIAN YANG OPTIMAL PADA UKM KULINER DI TANGERANG SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.29040/budimas.v8i2.20215Abstract
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sektor kuliner memiliki peran strategis dalam perekonomian perkotaan, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan pemenuhan kebutuhan konsumsi masyarakat. Namun, banyak UKM kuliner masih menghadapi kendala dalam pengelolaan pembelian dan persediaan barang dagangan, yang berdampak pada inefisiensi biaya, ketidakseimbangan stok, serta gangguan kelancaran operasional. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh lemahnya pada manajemen pesediaan dan perencanaan kebutuhan bahan baku, pencatatan stok yang masih manual, serta keterbatasan pemahaman pelaku usaha terhadap prinsip manajemen pembelian modern. Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajerial UKM kuliner dalam aspek pembelian barang dagangan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen pembelian dan persediaan. Mitra kegiatan adalah UKM kuliner masih menghadapi kendala pada aspek pencatatan stok, perencanaan pembelian, dan antisipasi keterlambatan pasokan. Metode pelaksanaan PKM meliputi observasi lapangan, wawancara, pelatihan manajemen pembelian, pendampingan penerapan sistem pencatatan stok sederhana berbasis digital, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya pemahaman mitra mengenai pembelian berbasis data penjualan, pengendalian stok yang lebih akurat, serta peningkatan efisiensi operasional usaha. Program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan daya saing UKM kuliner dan menjadi model pengembangan manajemen pembelian yang dapat direplikasi pada UKM sejenis.
Kata kunci: UMKM, Manajemen Pembelian, Persediaan, Barang Dagangan, Efisiensi Operasional